Bahaya Penyakit Tifus



Hayy everyone
Kembali lagi diblog aku nih, kali ini aku akan membahas tentang infeksi bakteri salmonella typhi atau sering disebut dengan penyakit tifus ( tipes). Mungkin sebagian dari kita menganggap penyakit ini tidak terlalu bahaya tapi jangan salah lo penyakit ini bisa menjadi sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan benar. berikut ulasan dari bahasan blog saya terus pantauin yaa jangan lupa comment nya terimakasih.
Pengertian Tifus
Tifus (tipes) atau demam tifoid adalah penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri Salmonella typhi yang menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terontaminasi. Penyakit yang banyak terjadi di negara-negara berkembang dan dialami oleh anak-anak ini dapat membahayakan nyawa jika tidak ditangani dengan baik dan secepatnya.
Tifus dapat menular dengan cepat. Infeksi demam tifoid terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi sejumlah kecil tinja yang mengandung bakteri. Pada kasus yang jarang terjadi, penularan terjadi akibat terkena urine yang terinfeksi bakteri.
Typhoid Abdominalis (tipes, demam typhoid, enteric fever) adalah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran pencernaan dan hanya didapatkan pada manusia. Sumber penularan penyakit ini adalah melalui air dan makanan. Kuman Salmonella dapat bertahan lama dalam makanan. Penggunaan air minum secara massal yang tercemar bakteri sering menyebabkan terjadinya (KLB) kejadian luar biasa. Vektor berupa serangga juga berperan dalam sumber penularan penyakit.
Etiologi
Tipes disebabkan oleh kuman Salmonella Typhosa (S. Thypi) adalah basil gram negatif. Terdapat 3 bioserotipe S, Typhi, yaitu paratyphi A, paratyphi B, dan paratyphi C. Bakteri ini akan mati pada pemanasan 57ΒΊC selama beberapa menit.
S. Typhi memasuki tubuh melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi. Manusia merupakan satu-satunya reservoir sejati S. Typhi di alam dan orang-orang dengan infeksi S. Typhi atau pembawa kuman kronis (karier) sebagai bertindak sebagai sumber infeksi/penularan utama.
Kuman tersebut dapat ditularkan melalui perantara lalat. Apabila orang tersebut kurang memperhatikan kebersihan dirinya seperti tidak mencuci tangan dan makan makanan yang tercemar kuman S. Typhi masuk ke tubuh orang yang sehat melalui mulut kemudian masuk ke lambung, sebagian kuman akan dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus bagian distal dan mencapai jaringan limfoid. Di dalam jaringan limfoid ini kuman berkembang biak, lalu masuk ke aliran darah dan mencapai sel-sel retikuloendotelial. Sel-sel retikuloendotelial ini kemudian melepaskan kuman ke dalam sirkulasi darah dan menimbulkan bakterimia, kuman selanjutnya masuk limpa, usus halus dan kandung empedu yang kemudian menjadi penyakit tipes.
Gejala
Masa inkubasi gejala tipes biasanya 1-2 minggu, dan durasi penyakit adalah sekitar 3-4 minggu. Gejalanya antara lain:
1.      Gejala tifus umumnya mulai muncul pada 1 - 3 minggu setelah tubuh terinfeksi dengan ciri-ciri berupa demam tinggi, diare atau konstipasi, sakit kepala, dan sakit perut. Kondisi ini dapat memburuk dalam beberapa minggu.
2.      Jika tidak segera ditangani dengan baik, dapat terjadi komplikasi seperti pendarahan internal atau pecahnya sistem pencernaan (usus). Risiko komplikasi juga akan berkembang menjadi membahayakan nyawa jika situasi tersebut tidak segera ditangani dengan baik.
3.      Jika tidak ditangani dengan baik, diperkirakan 1 dari 5 orang akan meninggal karena tifus. Sementara yang tetap hidup berisiko mengidap komplikasi yang disebabkan infeksi. Umumnya tifus diobati dengan pemberian antibiotik.
4.      Keputusan pengobatan di rumah atau di rumah sakit bergantung kepada tingkat keparahan yang dialami. Jika tifus didiagnosis pada stadium awal, kamu dapat menjalani perawatan di rumah dengan pengobatan antiobiotik selama 1 - 2 pekan. Perawatan di rumah sakit diperlukan jika kasus tifus terlambat terdiagnosis atau sudah dalam stadium lanjut.
Pengobatan Tifus
Cara yang paling efektif dalam menangani tifus adalah dengan segera mungkin memberikan terapi antibiotik. Selain itu, obat penurun demam juga dapat diberikan untuk menurunkan suhu tubuh. Pengobatan tifus dalam dilakukan di rumah sakit, tapi jika gejala masih ringan dan terdeteksi lebih cepat, maka perawatan bisa dilakukan di rumah.

Komplikasi
Pada tipes, demam yang lama akan menyebabkan kelemahan yang hebat, penurunan berat badan, dan banyak kekurangan zat gizi dapat menyebabkan komplikasi antara lain :
1. Komplikasi yang terjadi di dalam usus
a.       Pendarahan usus
b.      Perforasi usus/Usus bocor : Timbul biasanya pada minggu ketiga atau setelahnya. Nyeri di kuadran kanan bawah abdomen/perut menjadi gejala awal yang tersering.
c.       Peritonitis : Biasanya menyertai perforasi tetapi dapat terjadi tanpa perforasi usus. Ditemukan gejala akut, yaitu nyeri perut yang hebat dan dinding abdomen yang menegang.
2. Komplikasi di luar usus:
a.       Kardiovaskuler: shok, sepsis, miokarditis,trombosis, dan tromboflebitis.
b.      Darah: anemia , trombositopenia dan atau koagulasi intravaskuler diseminata, dan sindrom uremia hemolitik.
c.       Paru: pneumonia, empiema, dan pleuritis.
d.      Hepar dan kandung kemih: hepatitis dan kolelitiasis.
e.       Ginjal: glomerulonefritis, pielonefritis, dan perinephritis.
f.       Tulang: osteomielitis, periostitis, spondylitis, dan artritis.
g.      Neuropsikiatrik: delirium, meningismus, meningitis, dll.
Pada anak-anak komplikasi lebih jarang terjadi. Komplikasi lebih sering terjadi pada keadaan infeksi dan kelemahan berat atau bila perawatan pasien kurang sempurna.
Penyebab Tifus
Makanan dan air yang terkontaminasi diduga menjadi penyebab utama berkembangnya penyakit tifus. Sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna juga bisa menjadi penyebab penyakit ini lebih banyak dialami anak-anak.

Pelaksanaan
Tujuan petalaksanaan ini untuk mencegah komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan yaitu :
1. Istirahat
a.                   Pasien harus tirah baring ( bed rest ) sampai minimal 7 hari bebas demam.
b.                  Mobilisasi dilakukan bertahap, sesuai dengan kondisi kekuatan pasien.
c.                   Posisi klien perlu diubah-ubah untuk mencegah dekubitus dan rasa tidak nyaman.
d.                  BAB dan BAK perlu diperhatikan, karena kadang-kadang terjadi obstipasi dan gangguan BAK
2. Diet
a.                   Makanan harus mengandung cukup cairan, kalori dan tinggi protein.
b.                  Makanan tidak boleh yang mengandung serat, tidak merangsang dan menimbulkan gas.
c.                   Pada penderita yang akut, dapat diberi bubur saring. Banyak penderita tidak menyukai bubur saring, karena tidak sesuai dengan selera mereka, sehingga mereka hanya makan sedikit dan ini berakibat pada keadaan umum dan gizi penderita semakin mundur dan masa penyembuhan menjadi lama.
d.                  Makanan dengan kostinsi bertahap dari lunak jika kesadaran dan nafsu makan baik serta bebas demam.
3. Pemberian Obat-obatan.
Untuk menghentikan dan memusnahkan penyebaran kuman, antibiotik yang dapat digunakan :
a. Kloramfenikol
Kloramfenikol paling efektif di tahap awal infeksi. Sayangnya, kekambuhan sering terjadi setelah pengobatan secara intensif dengan kloramfenikol, karena obat ini kurang efektif dalam mencegah infeksi yang bersifat karier. Diminum selama 10-14 hari.
b. Kotrimoksazol
Kotrimoksazol dapat digunakan untuk kasus yang resisten terhadap kloramfenikol, penyerapan di usus cukup baik, dan kemungkinan timbulnya kekambuhan. Diminum selama 10-14 hari.
c. Ampisilin / amoksisilin
Berlawanan dengan klorampenikol, Ampicillin terbukti menunjukkan hasil yang baik pada pengobatan yang bersifat karier, tetapi untuk memunculkan efek tersebut butuh pengobatan awal dalam beberapa bulan.
d. Kortikosteroid
Kortikosteroid hanya diberikan dengan indikasi yang tept karena dapat menyebabkan pendarahan usus dan relaps. Tetapi, pada kasus berat penggunaan kortikosteroid dapat menurunkan angka kematian.
Pencegahan Tifus
Pencegahan adalah kunci utama, antara lain:
1. Menjaga kebersihan lingkungan dengan cara:
a.       menyediakan sarana air minum yang memenuhi syarat,
b.      pembuatan jamban yang higienis,
c.       pemberantasan lalat dan
d.      pengawasan terhadap rumah makan dan penjual makanan
e.       Menutup makanan
f.       Mencuci tangan sebelum makan, sebelum masuk rumah, setelah bersin/batuk, keluar dari kamar mandi
2. Imunisasi agar memberikan kekebalan tubuh yang kuat
3. Memberikan informasi dan pemahaman yang jelas dan kontinu kepada masyarakat tentang bahaya penyakit ini, sehingga masyarakat akan berusaha untuk menjaga dirinya dan lingkungannya untuk selalu bersih dan sehat.
Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan vaksinasi. Di Indonesia, vaksin tifoid merupakan imunisasi yang dianjurkan oleh pemerintah, meski demikian vaksin ini belum masuk dalam kategori wajib. Vaksin tifoid diberikan kepada anak yang berusia di atas dua tahun dan diulang tiap tiga tahun. Imunisasi tifoid di Indonesia dilakukan dalam bentuk suntik pada balita dan dalam bentuk oral pada anak yang berusia di atas enam tahun.
Seperti pada vaksin-vaksin lainnya, vaksin tifoid tidak memberikan perlindungan 100 persen. Anak yang sudah diimunisasi tifoid tetap dapat terinfeksi, namun tingkat infeksi yang dialami anak yang sudah divaksin tidak akan seberat mereka yang belum divaksin sama sekali.
Vaksinasi juga dianjurkan bagi orang yang berniat bekerja atau bepergian ke daerah yang sedang dilanda kasus penyebaran tifus. Tindakan pencegahan lain yang juga perlu dilakukan adalah memperhatikan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi. Jika kamu dan anak berniat makan di luar rumah, sebaiknya hindari makan di tempat terbuka yang mudah terpapar bakteri dan disarankan untuk mengonsumsi minuman dalam kemasan.


Referensi:
Addin, A. 2009. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit. Bandung: PT. Puri Delco.
Raflizar dan Herawati M.H. 2010. Hubungan Faktor Determinan dengan Kejadian Demam Tifoid. Jurnal Ekologi Kesehatan, 9(4); Desember 2010.

Prabu B.D.R. 1996. Penyakit-Penyakit Infeksi Umum. Jakarta: Widya Medika.
https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/fakta-makanan-minuman-saat-tifus-tipes/

Comments

Post a Comment